Kampung Empang Sukapura

Penjaga Warisan Pusaka Soekapoera

Kabupatian Soekapoera menyimpan sejarah yang terabadikan melalui pusaka dalam bentuk wakaf. Menjaganya berarti juga melestarikan identitas!

WATCH VIDEO

RAA Wiratanoeningrat - Bupati 14 Soekapoera
Museum Alit Soekapoera

MILANGKALA SOEKAPOERA

Maqom Pasir Baganjing
Sawah Lega Soekapoera

Waqaf dan Pusaka Soekapoera

Lahirnya Para Ksatria Priangan

Sukapura memiliki makna “pilar atau tihang utama” kekuasaan di Priangan Timur. Secara etimologis, Sukapura berasal dari kata Soekayang (asal) dan Poerayang (keraton/karaton).

Berdirinya Soekapoera

Kabupatian Sukapura, cikal bakal Kabupaten Tasikmalaya, didirikan sekitar tahun 1632 oleh Raden Wirawangsa (bergelar Wiradadaha I) atas perintah Sultan Agung dari Mataram.

Pendirian ini berawal dari keberhasilan Wirawangsa membantu Mataram menumpas pemberontakan Dipati Ukur, sehingga Sukakerta diubah menjadi Kabupatian Sukapura dan Wirawangsa diangkat sebagai bupati pertamanya.

Pendopo Soekapoera di Manonjaya
Pusat Pemerintahan

Dalam perjalanannya, Kabupatian Soekapoera mengalami beberapa kali perpindahan pusat pemerintahan mulai dari Sukakerta hingga Tasikmalaya.

Berbagai cerita mengiringi proses perpindahan tersebut, tujuannya tidak lain untuk kesejahteraan warga yang saat itu ada campur tangan kompeni.

Daftar Bupati Soekapoera yang Memerintah
Bupati Berkuasa
  • R. Wirawangsa (1632-1674)
  • R. Jayamanggala (1674)
  • R. Anggadipa I (1674-1723)
  • R. Subamanggala (1723-1745)
  • R. Secapati (1745-1747)
  • R. Jaya Anggadireja (1747-1765)
  • R. Djayamanggala II (1765-1807)
  • R. Anggadipa II (1807-1837)
  • R.T. Danudiningrat (1837-1844)
  • R.T. Wiratanubaya (1844-1855)
  • R.T. Wiraadegdana (1855-1875)
  • R.T. Wirahadiningrat (1875-1901)
  • R.T. Prawirahadingrat (1901-1908)
  • R.T. Wiratanuningrat (1908-1937)
Batik Tulis Soekapoera

Kemitraan Saling Menguntungkan

Kami mengundang Anda untuk bergabung dalam sebuah kolaborasi yang penuh makna dan dampak positif bagi masyarakat. Dengan bergandeng tangan, kita dapat menciptakan solusi yang bukan hanya menguntungkan bagi kita, tetapi juga membawa perubahan nyata dalam kehidupan banyak orang.

Di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan solusi berkelanjutan. Bayangkan, ketika berbagai pihak bersatu—dari sektor swasta, organisasi non-pemerintah, hingga komunitas lokal—mereka dapat menciptakan inisiatif yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Sejarah dan Memori Soekapoera

Kumpulan memori dan cerita yang tertulis maupun tidak tertulis (kisah dan cerita keturunan) dari perjalanan Kabupatian Soekapoera.